Info Dunia

Ekonomi AS Disebut Mulai Tertekan Dampak Perang Iran

Avatar photo
3
×

Ekonomi AS Disebut Mulai Tertekan Dampak Perang Iran

Sebarkan artikel ini
Ekonomi AS Disebut Mulai Tertekan Dampak Perang Iran
Ilustrasi - Sejumlah ekonom menyebut ekonomi AS mulai tertekan akibat dampak perang Iran.

WASINGTHON, INTTI.ID – Amerika Serikat (AS) nampaknya kini mulai merasakan dampak dari memerangi Iran. Bukan lagi sekadar isu geopolitik di kawasan Timur Tengah, namun dampaknya telah menekan ekonomi negara Paman Sam yang memulai perang bersama sekutunya, Israel.

Laporan terbaru mengungkap tekanan ekonomi yang dipicu konflik tersebut telah mendorong perubahan perilaku konsumsi masyarakat dan mengancam stabilitas ekonomi AS secara lebih luas.

Advertising
Baca Artikel Scroll ke Bawah

Laporan yang dipublikasikan CNN menyebutkan, efek berkelanjutan dari konflik Iran berpotensi memicu fenomena ‘demand destruction’. Kondisi ini terjadi ketika harga melonjak tajam hingga memaksa rumah tangga dan pelaku usaha mengubah pola belanja, bekerja, hingga investasi mereka.

BACA JUGA: Wali Kota New York Sebut Perang AS-Iran Cuma Buang Uang

Salah satu sumber tekanan terbesar berasal dari terganggunya jalur distribusi energi global, terutama jika ketegangan di Selat Hormuz terus berlanjut. Jalur vital ini menjadi kunci distribusi minyak dunia, dan gangguan di wilayah tersebut dapat mengguncang bahkan merusak ekonomi Amerika Serikat.

Dilansir pada Selasa (5/5/2026), di dalam negeri AS, dampaknya sangat terasa di sektor energi. Data dari Bureau of Labor Statistics menunjukkan bahwa harga energi melonjak 10,9 persen pada Maret, dipicu lonjakan harga bensin sebesar 21,2 persen, kenaikan bulanan terbesar sejak pencatatan dimulai pada 1967. Secara keseluruhan, inflasi tahunan juga tercatat naik 3,3 persen.

Ekonom utama dari RSM US, Joe Brusuelas, memperingatkan bahwa waktu bukanlah sekutu bagi ekonomi Amerika Serikat. Ia menegaskan bahwa energi merupakan komponen penting dalam hampir semua sektor ekonomi, sehingga kenaikan harga minyak memicu efek berantai yang luas, mulai dari biaya transportasi, logistik, pertanian, penerbangan, manufaktur, hingga distribusi bahan makanan.

Harga Minyak Seperti Pajak Tambahan Bagi Pelaku Usaha

Para ekonom RSM juga mengingatkan bahwa lonjakan harga minyak pada akhirnya bertindak seperti ‘pajak tambahan’ bagi masyarakat dan pelaku usaha. Konsumen cenderung menunda pembelian, sementara perusahaan akan memangkas biaya operasional.

Jika inflasi yang dipicu energi terus meningkat, bank sentral kemungkinan akan kesulitan menurunkan suku bunga dan terpaksa mempertahankan kebijakan ketat lebih lama, yang pada akhirnya menambah tekanan ekonomi.

Dampak ini bukan sekadar angka statistik. Seorang insinyur industri otomotif berusia 30 tahun bernama Bryan mengaku mulai mengurangi penggunaan kendaraan, lebih sering bekerja dari rumah, hingga menunda rencana renovasi rumah dan pembelian mobil baru.

Sementara itu, seorang pengemudi layanan transportasi online terpaksa menolak perjalanan jarak jauh dan beralih ke produk kebutuhan sehari-hari yang lebih murah.

Lembaga riset Oxford Economics juga memperingatkan bahwa jika harga minyak bertahan di kisaran USD 140 per barel selama dua bulan, sebagian ekonomi global bisa terdorong ke dalam resesi ringan.

BACA JUGA: Jika Perang Lagi, Iran Siapkan “Kejutan” Baru Buat AS-Israel

Saat ini, harga minyak Brent Crude telah melonjak di atas USD 114 per barel, sementara West Texas Intermediate berada di atas 105 dolar AS.

Bahkan International Energy Agency menyebut kondisi ini sebagai ‘guncangan pasokan minyak paling parah dalam sejarah’. Lembaga tersebut juga memperkirakan bahwa demand destruction akan meluas seiring kelangkaan pasokan dan tingginya harga energi.

Proyeksi terbaru menunjukkan bahwa permintaan minyak global justru akan menurun tahun ini, berbanding terbalik dengan perkiraan sebelumnya yang memprediksi pertumbuhan.

Dengan tekanan yang terus meningkat dari berbagai sisi, dampak ekonomi dari konflik Iran kini semakin nyata bagi Amerika Serikat, dan tampaknya tidak lagi bisa disembunyikan.(ALD)
sumber: jawapos.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *