Hukum

Waspada Pencurian Identitas Melalui Penipuan Telepon Hening

Avatar photo
1
×

Waspada Pencurian Identitas Melalui Penipuan Telepon Hening

Sebarkan artikel ini
ilustrasi penipuan suara lewat telepon genggam.(kompasiana)

TANGERANG.INTTI.ID — Saat ini marak penipuan lewat pencurian identitas suara lewat telepon genggam. Modusnya, para penipuan memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan untuk melakukan pencurian identitas suara atau yang dikenal “Telepon Hening”.

Modus yang dilakukan pelaku saat menghubungi adalah sengaja diam untuk memancing korban mengeluarkan suara secara jernih. Keheningan saat mengangkat telepon dari nomor asing bukan sekadar gangguan jaringan, melainkan taktik pelaku untuk merekam sampel suara korban. Dengan teknologi AI, rekaman singkat itu bisa diolah menjadi kloning suara yang identik untuk menipu orang-orang terdekat.

Advertising
Baca Artikel Scroll ke Bawah

Maraknya modus baru ini membuat Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Tangerang, melakukan sosialisasi bahaya modus penipuan itu. Kepala Dinas Kominfo Kota Tangerang Mugiya Wardhany di Tangerang, Sabtu, mengatakan modus yang dilakukan pelaku saat menghubungi adalah sengaja diam untuk memancing korban mengeluarkan suara secara jernih.

Keheningan saat mengangkat telepon dari nomor asing bukan sekadar gangguan jaringan, melainkan taktik pelaku untuk merekam sampel suara korban. Dengan teknologi AI, rekaman singkat itu bisa diolah menjadi kloning suara yang identik untuk menipu orang-orang terdekat.

“Fenomena ini harus diwaspadai, karena oknum tidak bertanggung jawab memanfaatkan panggilan dari nomor tidak dikenal. Kami meminta warga Kota Tangerang untuk lebih berhati-hati,” kata Kepala Dinas Kominfo Kota Tangerang Mugiya Wardhany, Sabtu (18/4/2026) seperti dikutip dari antaranews.com.

Mugiya memberikan tips bagi warga merasa sudah telanjur memberikan sampel suara, langkah terbaik adalah segera mengedukasi kontak terdekat. Ketika menerima telepon mencurigakan agar tidak mudah terkecoh jika ada permintaan aneh.

Selain itu, Dinas Kominfo Kota Tangerang juga memberikan imbauan keamanan melalui protokol Silent First bagi seluruh masyarakat, yakni jangan memulai pembicaraan saat mengangkat telepon dari nomor asing, biarkan penelepon yang berbicara terlebih dahulu.

Hindari kata kunci riskan seperti “Iya”, “Halo”, atau “Siapa ini?” secara berulang karena kata-kata ini sering dijadikan basis kloning. Jika dalam 3 hingga 5 detik tetap tidak ada suara dari penelepon, segera matikan telepon dan blokir nomor tersebut.

Gunakan aplikasi pelacak nomor untuk melihat label atau tag dari pengguna lain. Jika nomor tersebut ditandai sebagai Spam atau Penipuan, abaikan panggilannya.

“Siapkan kata sandi rahasia yang hanya diketahui keluarga inti untuk memverifikasi kebenaran jika ada kerabat yang menelepon menggunakan suara mirip, namun meminta bantuan dana darurat,” ujarnya.(*)

Sumber: Antaranews.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *