TANGERANG. INTTI.ID – Gubernur Banten Andra Soni meninjau sungai Cirarab yang dinormalisasikan oleh Pemprov Banten. Sungai ini diketahui menjadi penyebab banjir di wilayah Pasar Kemis di Kabupaten Tangerang dan Periuk di Kota Tangerang. Ditargetkan, normalisasi Sungai Cirarab rampung pada akhir Maret 2026.
“Sepanjang Sungai Cirarab ini harus dinormalisasi. Kalau tidak, daya tampung airnya sangat terbatas dan saat musim hujan tinggi masyarakat masih berpotensi terdampak banjir,” terangnya, Rabu (25/2/2026).
Ia mengatakan, progres normalisasi sudah terlihat di sepanjang Sungai Cirarab. Namun, Andra Soni meminta sepanjang aliran Sungai Cirarab tetap harus dinormalisasi secara menyeluruh. Karena jika tidak, daya tampung sungai terbatas dan berpotensi menyebabkan banjir saat terjadi curah hujan tinggi.
Andra menegaskan upaya normalisasi ini menjadi tanggung jawab bersama. Dibutuhkan sinergi antara BBWSC2 dan pemerintah daerah di Tangerang Raya. Masyarakat juga diminta agar menjaga kebersihan sungai dan tidak membuang sampah sembarangan.
“Saya minta kepada masyarakat, jangan membuang sampah di tempat yang tidak semestinya, apalagi di sungai. Mari kita jaga sungai kita,” paparnya.
Kepala DPUPR Provinsi Banten Arlan Marzan mengatakan pihaknya mulai menormalisasi Cirarab pada 3 Februari 2026. Langkah ini dilakukan sebagai tindak lanjut rapat koordinasi bersama Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung-Cisadane (BBWSC2), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang dan Pemerintah Kota Tangerang dan Tangerang Selatan (Tangsel) beberapa waktu lalu. Banjir terjadi diduga akibat pendangkalan yang terjadi di Cirarab.
Lebih lanjut, dalam segmentasi Pemprov menangani sungai sepanjang 700 meter, dan sudah menurunkan satu unit alat berat untuk mendukung normalisasi Sungai Cirarab. Secara keseluruhan, normalisasi di Sungai Cirarab akan dilakukan sepanjang 4,85 kilometer. Terdiri dari segmen Pemprov Banten sepanjang 700 meter, Pemkot Tangerang 550 meter, Pemkab Tangerang 2,4 kilometer dan BBWSC2 sepanjang 1,2 kilometer.(*)
















