TANGERANG, INTTI.ID — Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 tingkat SMA/SMK/sederajat di Provinsi Banten akan berlangsung ramah, menyenangkan, dan bebas dari praktik perpeloncoan.
Jaminan tersebut ditegaskan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten, Jamaluddin kepada wartawan di sela peninjauan pelaksanaan MPLS di SMAN 3 Kota Tangerang dan SMAN 12 Kota Tangerang, Senin (13/7/2026).
Jamaluddin mengatakan, pelaksanaan MPLS di SMAN 3 Kota Tangerang telah berjalan dengan baik sesuai dengan petunjuk teknis (Juknis) yang diterbitkan Dindik Provinsi Banten.
BACA JUGA: Warga Kota Tangerang Diminta Tak Berikan Uang ke Pengemis
Ia menjelaskan, selama MPLS peserta didik baru diperkenalkan dengan lingkungan sekolah, tenaga pendidik, tata tertib, hingga berbagai kegiatan ekstrakurikuler.
Di SMAN 3 Kota Tangerang tersedia sekitar 50 kegiatan ekstrakurikuler yang mencakup bidang olahraga, seni, budaya, dan pengembangan minat lainnya.
Menurut Jamaluddin, pengenalan lingkungan sekolah harus mampu membangun motivasi belajar peserta didik sejak hari pertama.
“Mudah-mudahan selama empat hingga lima hari pelaksanaan MPLS, anak-anak merasa nyaman, senang, dan semakin termotivasi untuk belajar,” katanya.
Ia menegaskan, konsep MPLS Ramah tahun ini sepenuhnya mengedepankan pembinaan karakter tanpa praktik perpeloncoan.
Berbagai materi yang diberikan juga bersifat edukatif, mulai dari penyuluhan bahaya narkoba, pendidikan antikorupsi, pembentukan karakter, hingga cara belajar yang efektif.
“Kami ingin peserta didik mengenal lingkungan sekolah secara ramah tanpa perpeloncoan. Mereka juga dibekali nilai-nilai antinarkoba, antikorupsi, tanggung jawab, kemandirian, serta karakter yang berintegritas,” tegasnya.
Bahkan, Jamaluddin berharap SMAN 3 Kota Tangerang dapat menjadi percontohan sekolah berintegritas di Provinsi Banten.
PPDB Diklaim Bersih dan Transparan
Selain meninjau MPLS, Jamaluddin turut menyoroti pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2026 yang telah rampung. Menurutnya, proses penerimaan siswa baru tahun ini berlangsung bersih dan transparan sesuai arahan Gubernur Banten.
“Gubernur sudah menegaskan tidak boleh ada praktik titip-menitip. Pelaksanaan PPDB berjalan bersih dan masyarakat ikut mengawalnya sehingga berlangsung transparan,” ungkapnya.
Ia menambahkan, pelaksanaan PPDB juga mengacu pada ketentuan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah serta surat edaran Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) guna mewujudkan sistem penerimaan peserta didik yang adil dan berintegritas.
Sementara, Kepala SMAN 12 Kota Tangerang, Nunung Nurjanah, mengatakan pelaksanaan MPLS Ramah di sekolahnya berlangsung lancar dan diikuti 329 peserta didik baru.
Menurutnya, para siswa mendapatkan berbagai materi, di antaranya 7 Kebiasaan Anak Hebat, Wawasan Wiyata Mandala, kepemimpinan, serta penguatan karakter sebagai bekal memasuki jenjang pendidikan menengah.
“Kami terus memperkuat penerapan sekolah ramah sesuai kebijakan pemerintah sehingga lingkungan belajar menjadi aman, nyaman, dan menyenangkan bagi seluruh peserta didik,” ujarnya.
Nunung berharap kegiatan MPLS dapat membantu peserta didik baru beradaptasi dengan lingkungan sekolah sekaligus menanamkan nilai kedisiplinan, kepemimpinan, dan karakter positif sejak hari pertama belajar.(*)
sumber: satelitnews










