TANGERANG.INTTI.ID – Banjir masih merendam kawasan Perumahan Villa Mutiara Pluit, Kota Tangerang, hingga Senin, (9/3/2026). Personel Polsek Jatiuwung membantu mengevakuasi warga yang ingin mengungsi ke posko SAR, sekaligus memindahkan barang-barang berharga milik warga.
Berdasarkan hasil pantauan di lokasi sekitar pukul 13.00 WIB, ketinggian air diperkirakan mencapai 4 meter didalam rumah. Sejumlah warga terlihat masih beraktivitas menggunakan perahu karet untuk melintasi jalan yang berubah menjadi genangan air. Beberapa petugas juga tampak melakukan penyisiran di area permukiman guna memastikan kondisi warga.
Air menutup hampir seluruh akses jalan di kawasan tersebut. Hanya bagian atap bangunan, papan toko, serta beberapa tiang listrik yang terlihat jelas di atas permukaan air. Sebagian warga memilih bertahan di rumah, sementara lainnya mulai dievakuasi menggunakan perahu.
Selain merendam rumah warga, banjir juga menenggelamkan sejumlah warung dan kios yang berada di pinggir jalan. Beberapa bangunan tampak hanya menyisakan bagian atap karena air sudah menutupi sebagian besar dinding bangunan.
Hingga pukul 13.00 WIB, kondisi banjir di kawasan Villa Mutiara Pluit masih belum surut. Aktivitas warga di sekitar lokasi pun masih bergantung pada perahu untuk mobilitas. Petugas dan relawan terus memantau situasi di lapangan sambil membantu proses evakuasi warga yang membutuhkan bantuan.
Polisi Evakuasi Warga
Personel Polsek Jatiuwung membantu mengevakuasi warga yang ingin mengungsi ke posko SAR, sekaligus memindahkan barang-barang berharga milik warga. Polisi juga melakukan patroli untuk menjaga rumah yang ditinggalkan saat banjir.
Dantim SAR Yon C Pelopor Satbrimobda Metro Jaya Ipda Edwin mengatakan, pihaknya bertugas membantu evakuasi masyarakat yang ingin mengungsi ke posko SAR. Selain itu, tim juga membantu mengevakuasi barang-barang berharga milik warga yang meminta bantuan serta melaksanakan patroli keamanan di rumah-rumah yang ditinggalkan saat banjir.
Ia mengatakan awalnya air mulai naik pada malam 7 Maret. Saat itu tim SAR langsung diterjunkan untuk membantu penanganan banjir, dengan melibatkan 12 personel dari Batalyon C Pelopor Satbrimob Polda Metro Jaya.
Ia juga menambahkan bahwa tim SAR dibagi menjadi dua regu. Pembagian itu dilakukan agar personel bisa bergantian ketika menjalankan operasi SAR. Namun, jika jumlah warga yang membutuhkan bantuan cukup banyak, kedua tim akan langsung diturunkan secara bersamaan.(*)
Sumber: banten Ekspres.co.id










