SERANG.INTTI.ID – Sebanyak 1.552 warga Suku Baduy berkumpul di Gedung Negara Provinsi Banten, Kota Serang untuk merayakan tradisi Seba Baduy 2026, Sabtu (25/4/2026). Mereka disambut langsung oleh Gubernur Banten Andra Soni.
Prosesi sakral tersebut turut dihadiri sejumlah duta besar negara sahabat, antara lain perwakilan Suriah, Iran, dan Palestina.
Ribuan warga dari Baduy Dalam maupun Baduy Luar memasuki kawasan Gedung Negara setelah prosesi pembukaan pintu dilakukan oleh Andra Soni. Warga Baduy membawa hasil bumi sebagai simbol persembahan kepada pemimpin daerah yang dalam tradisi mereka disebut Bapak Gede, yakni gubernur Banten.
Suasana Alun-alun Kota Serang hingga Gedung Negara dipadati masyarakat yang ingin menyaksikan rangkaian tradisi Seba Baduy secara langsung. Rangkaian acara siang hari diawali prosesi “Muka Panto” atau pembukaan pintu, kemudian dilanjutkan dengan Karnaval Seba Nusantara.
Tradisi Seba Baduy merupakan agenda tahunan masyarakat adat Baduy yang sarat nilai budaya dan kearifan lokal. Setiap pelaksanaan, warga Baduy menempuh perjalanan panjang dari wilayah pedalaman menuju pusat pemerintahan sebagai bentuk penghormatan.
Perayaan Seba 2026 dihadiri 1.515 orang yang merupakan warga Badui Dalam dan Badui Luar untuk menyerahkan hasil pertanian, seperti beras huma, ubi-ubian, buah-buahan untuk diserahkan kepada kepala daerah setempat.
Sesuai dengan rencana, tradisi Seba berlangsung 24-26 April 2026 dan ribuan masyarakat adat baik dari Badui Luar maupun Dalam bakal terlibat pada kegiatan tahunan ini.
Masyarakat Baduy menjalani tradisi Seba dengan menggunakan identitas masing-masing. Untuk Badui Dalam dengan pakaian putih dan ikat kepala (lomar) putih, sedangkan Badui Luar dengan pakaian hitam dengan ikat kepala biru.
Menurut Kepala Desa Kanekes Kecamatan Leuwidamar Kabupaten Lebak yang juga tetua Badui Jaro Oom, tradiri Seba ini dimulai dari wilayah adat menuju kantor Bupati Lebak di Rangkasbitung dengan jalan kaki untuk menyerahkan hasil bumi kepada Bupati Lebak Hasbi Asyidiki Jayabaya.
Setelah itu melanjutkan perjalanan untuk bertemu dengan Gubernur Andra Soni atau juga disebut Bapak Gede. Tradisi Seba ini digelar di Gedung Negara Provinsi Banten yang berada di Kota Serang.
Saat menjalani tradisi Seba, masyarakat Badui membawa hasil bumi seperti pisang, beras huma, gula aren, kue tepung laksa, iris, ja’at, hingga madu.
Selama ini, lanjut dia warga Badui konsisten menjaga kawasan hak tanah ulayat menjadi titipan nenek moyang leluhur mereka. Selain itu juga kehidupan sosial masyarakat Badui penuh kedamaian, keharmonisan dan saling menghormati dan toleransi.(*)








