Info Dunia

Menhan Pakistan Sebut Israel Penjahat Kemanusiaan

Avatar photo
3
×

Menhan Pakistan Sebut Israel Penjahat Kemanusiaan

Sebarkan artikel ini
Menhan Pakistan Sebut Israel Penjahat Kemanusiaan
Orang-orang berkumpul di lokasi serangan udara Israel di lingkungan Corniche el-Mazraa di Beirut, Lebanon, Rabu (8/4/2026). republika © EPA/WAEL HAMZEH

ISLAMABAD, INTTI.ID – Menteri Pertahanan Pakistan Khawaja Asif menyebut Israel sebagai “kutukan bagi kemanusiaan” karena genosida yang mereka lakukan terus berlanjut. Pernyataan yang disampaikan Asif pada Kamis (9/4/2026) malam itu, menyusul serangan brutal Israel terhadap Lebanon pada hari pengumuman gencatan senjata perang Iran, Rabu (8/4/2026).

“Israel adalah penjahat dan merupakan kutukan bagi kemanusiaan. Ketika perundingan perdamaian berlangsung di Islamabad, genosida masih berlanjut di Lebanon,” kata Asif melalui platform X.

Advertising
Baca Artikel Scroll ke Bawah

Rakyat sipil tak berdosa terus dibunuh oleh Israel di Gaza, kemudian Iran, dan kini Lebanon, kata dia. “Pertumpahan darah tak kunjung berhenti,” kecam Menhan Pakistan itu.

Asif juga mengutuk siapapun yang menciptakan Israel di tanah Palestina, menyebut mereka akan “terbakar di neraka”.

BACA JUGA: 3 Analis Beberkan Bagaimana Iran Mengubah Bertahan Menjadi Kemenangan

Pernyataan tersebut disampaikan Asif menyusul meningkatnya intensitas serangan Zionis Israel di Lebanon meski dengan berjalannya upaya diplomatik seusai tercapainya gencatan senjata selama dua pekan antara Amerika Serikat dan Iran yang tercapai dengan Pakistan sebagai penengah.

Sementara Islamabad dan Teheran memandang gencatan senjata yang disepakati juga mencakup Lebanon, Washington dan Tel Aviv menepis hal tersebut.

Pasukan Zionis Israel meningkatkan serangan mereka ke Lebanon sejak Rabu (8/4/2026), sehingga menyebabkan sekurangnya 303 orang tewas dan 1.150 lainnya terluka, menurut otoritas pertahanan sipil Lebanon.

Kementerian Kesehatan Lebanon juga menyebut meningkatnya serangan Israel ke Lebanon sejak 2 Maret telah menyebabkan 1.888 warga tewas dan 6.092 lainnya cedera.

Agresi Israel ke Lebanon Bisa Mengganggu Proses Negosiasi Genjatan Senjata

Presiden Iran Masoud Pezeshkian memperingatkan bahwa berlanjutnya serangan Zionis Israel ke Lebanon dapat membuat negosiasi gencatan senjata yang dilangsungkan pihaknya dengan Amerika Serikat (AS) “sia-sia”.

Negosiasi pada masa gencatan senjata antara Iran dan AS dijadwalkan digelar di Islamabad, Pakistan pada Sabtu (11/4/2026).

“Berlanjutnya serangan akan membuat negosiasi sia-sia; jari kami tetap berada di pelatuk, dan Iran tidak akan meninggalkan saudaranya di Lebanon,” kata Pezeshkian melalui media sosial X, Kamis (9/4/2026).

Dalam kiriman terpisah, juga di platform X, ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf mengatakan bahwa Lebanon dan apa yang ia sebut “Poros Perlawanan” adalah bagian tak terpisahkan dari gencatan senjata, dengan mengutip pernyataan Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif.

“Lebanon dan seluruh Poros Perlawanan, sebagai sekutu Iran, adalah bagian tak terpisahkan dari gencatan senjata,” kata Ghalibaf.

Ia menambahkan bahwa PM Pakistan telah secara “terbuka dan jelas” menekankan persoalan Lebanon, dan saat ini “tidak boleh ada ruang untuk menyangkal ataupun mundur”.

Ghalibaf juga memperingatkan bahwa pelanggaran gencatan senjata akan dibalas dengan keras.

“Pelanggaran gencatan senjata bermakna ada harga yang harus dibayar dan akan ada balasan yang kuat,” ujar dia, seraya mengingatkan supaya “apinya segera dipadamkan”.(Ald)

sumber: republika

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *