Peristiwa

Cari Rombongan Wartawan yang Hilang, Tim SAR Gabungan Telusuri Selat Sunda

Avatar photo
3
×

Cari Rombongan Wartawan yang Hilang, Tim SAR Gabungan Telusuri Selat Sunda

Sebarkan artikel ini
Cari Rombongan Wartawan yang Hilang, Tim SAR Gabungan Telusuri Selat Sunda
Tim SAR Gabungan melakukan pencarian hari kedua terhadap rombongan wartawan yang hilang kontak di Perairan Selat Sunda, Rabu (9/9/2026).

SERANG, INTTI.ID – Petugas gabungan dari Polda Banten, Basarnas, TNI, dan lembaga terkait lainnya, menerjunkan sebanyak 250 personel untuk melanjutkan pencarian terhadap rombongan wartawan yang dilaporkan hilang saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK), di Perairan Selat Sunda.

Tim SAR gabungan memperluas area pencarian lima wartawan dan dua kru kapal serta satu pemandu yang dilaporkan hilang kontak di Perairan Selat Sunda sejak Senin (7/9/2026).

Kepala Sub Seksi (Kasubsi) Operasi dan Siaga Badan Search and Rescue (Basarnas) Banten, Rizky Dwianto mengatakan, pencarian terhadap kapal boat yang dilaporkan hilang kontak di Perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, memasuki hari kedua, Rabu (9/9/2026).

BACA JUGA: Rombongan Wartawan Hilang saat Liput Erupsi Gunung Anak Krakatau

Pencarian hari kedua dimulai pukul 07.00 WIB dengan melibatkan sejumlah unsur SAR dan dukungan berbagai sarana serta peralatan pencarian. Dalam pelaksanaan pencarian hari kedua, Tim SAR Gabungan membagi operasi menjadi empat Search and Rescue Unit (SRU) untuk memperluas cakupan area pencarian.

SRU 1 menggunakan KN SAR Tetuka 247 dengan penyisiran sejauh 68,3 nautical mile (NM) dan jarak antarjalur pencarian atau spacing 3 NM. Sementara SRU 2 menggunakan KAL Anyer dengan total jarak penyisiran 69,5 NM dan spacing 3 NM.

Sanjutnya, SRU tersebut melakukan pencarian di area perairan yang telah ditentukan berdasarkan perencanaan operasi SAR. Sementara itu, SRU 3 menggunakan RIB 01 Lampung dengan total rencana penyisiran 67 NM dan spacing 1 NM.

SRU 4 menggunakan RIB 02 Banten untuk melakukan penyisiran di sepanjang Pulau Rakata dan Pulau Panjang, yang menjadi salah satu area pencarian berdasarkan hasil evaluasi operasi sebelumnya.

Pencarian melibatkan personel Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten, USS Pandeglang, Kantor Pencarian dan Pertolongan Lampung, serta unsur TNI dan Polri, pemerintah daerah, Balawista, nelayan, masyarakat, dan unsur terkait lainnya.

Dia menerangkan, sejumlah sarana turut dikerahkan dalam operasi ini, di antaranya KN SAR Tetuka 247, KAL Anyer, KP Sanjaya, RIB 02 Banten, RIB 02 Lampung, RIB 03 Lampung, rescue car, truk personel, drone thermal, serta berbagai peralatan SAR air, medis, komunikasi, dan peralatan pendukung lainnya.

Adapun delapan orang yang masih dalam pencarian terdiri dari Warta (55) selaku kapten kapal, Surakman (60) selaku ABK, Heriyanto (49) sebagai pemandu, serta lima jurnalis yaitu M Bagus Khoirunnas dari Antara, Ari Basuki dari Merdeka, Yudhis dari iNews, Firdaus dari Anadolu, dan Donal yang merupakan jurnalis freelance.

“Kondisi cuaca di lokasi pencarian cerah berawan, dengan angin bertiup dari arah selatan ke utara berkecepatan sekitar 14 knot dan tinggi gelombang berkisar antara 0,4 hingga 1 meter,” jelasnya.

Dia memastikan, tim SAR Gabungan akan terus melakukan pencarian dengan mengoptimalkan seluruh unsur, sarana, dan peralatan yang tersedia. Pencarian juga akan dievaluasi secara berkala dengan mempertimbangkan kondisi cuaca, arus, serta perkembangan informasi di lapangan.

“Kami mengajak masyarakat, nelayan, dan pengguna jasa transportasi laut untuk memberikan informasi bila menemukan tanda-tanda keberadaan delapan orang yang masih dalam pencarian,” kata Rizky.

Polda Banten Siapkan Pos Antemortem

Sementara itu Polda Banten bersama tim gabungan lainnya telah membentuk pos antemortem sebagai tambahan bantuan pencarian rombongan media yang dilaporkan hilang kontak saat berlayar menuju kawasan GAK di Perairan Selat Sunda.

Kapolda Banten Inspektur Jenderal (Irjenpol) Hengki mengatakan, sejak menerima informasi tersebut, tim terpadu langsung melakukan upaya pencarian dan hingga kini operasi SAR masih terus dilanjutkan.

Hengki memastikan, keselamatan personel yang terlibat dalam operasi pencarian menjadi perhatian utama. Pihaknya juga memastikan kesiapan sarana, prasarana dan sumber daya manusia, yang dikerahkan dalam operasi tersebut.

“Kami akan bekerja keras untuk menemukan rekan-rekan yang belum ditemukan. Namun keselamatan seluruh tim terpadu yang melakukan pencarian juga harus menjadi perhatian,” tegasnya.

Hengki mengaku, pihaknya juga telah menyiapkan pos antemortem dari Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Dokkes) Polda Banten, sebagai bagian dari kesiapan apabila diperlukan dalam proses identifikasi.

“Kami telah menyiapkan posko antemortem, sebagai bentuk kesiapsiagaan dalam mendukung proses identifikasi apabila diperlukan,” jelasnya.

Terkait kemungkinan pemantauan melalui udara, Kapolda Banten mengaku saat ini pencarian masih difokuskan melalui jalur laut. Pemantauan udara akan dipertimbangkan dengan melihat perkembangan situasi dan kondisi aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Hengki mengingatkan masyarakat dan para pengguna transportasi laut untuk mematuhi imbauan dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) terkait aktivitas gunung berapi tersebut. Masyarakat diminta tidak mendekati kawasan gunung dalam radius yang telah ditetapkan.

“Dari Vulkanologi sudah mengimbau sejak erupsi, tidak boleh mendekati Gunung Anak Krakatau dalam radius tiga kilometer,” tandasnya.(*)

sumber: satelitnews

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *