Ekonomi BisnisRegional

Pemprov Banten Kurangi Jumlah Penerima Bansos

Avatar photo
1
×

Pemprov Banten Kurangi Jumlah Penerima Bansos

Sebarkan artikel ini
Pemprov Banten Kurangi Jumlah Penerima Bansos
Ilustrasi - Tahun ini Pemprov Banten mengalokasikan Rp12 Miliar untuk 25 Ribu KPM Bansos.

SERANG, INTTI.ID — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten terus mengurangi jumlah penerima bantuan sosial (Bansos). Pengurangan jumlah keluarga penerima manfaat (KPM) tersebut terjadi karena dampak adanya efisiensi anggaran di semua sektor pembangunan.

Tahun ini Pemprov Banten hanya bisa mengalokasikan anggaran sekitar Rp12 Miliar yang diperuntukkan bagi sebanyak 25 ribu KPM Bansos. Dengan anggaran sebesar itu, masing-masing KPM nantinya menerima sebesar Rp500 ribu.

Advertising
Baca Artikel Scroll ke Bawah

Sebelumnya, jumlah penerima Bansos di Provinsi Banten pada 2024 lebih dari 65 ribu KPM dengan anggaran Rp32,5 Miliar. Pada 2025, Pemprov Banten kembali mengurangi jumlah penerima Bansos menjadi 37.741 KPM dengan alokasi anggaran yang disediakan sekitar Rp18,8 Miliar.

BACA JUGA: Bupati Tangerang Minta Jurusita Pajak Bekerja Profesional

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Banten, Lukman kepada wartawan mengakui adanya pengurangan jumlah KPM penerima Bansos. Kata dia, hal itu terjadi lantaran adanya pengurangan atau efisiensi anggaran pada pos APBD Banten 2026.

“Mungkin karena faktor efisiensi, sehingga alokasi anggaran untuk Bansos sebesar itu,” katanya kepada wartawan, Selasa (23/6/2026).

Lukman mengatakan, efisiensi yang terjadi sejak beberapa tahun terakhir menyebabkan berkurangnya anggaran untuk program Bansos. Akibat hal itu, jumlah KPM penerima bantuan ikut menjadi berkurang, karena menyesuaikan dengan anggaran yang ada.

“Kami belum tahu untuk Dinsos efisiensinya berapa, karena masih dibahas TAPD (Tim Anggaran Pemerintah Daerah). Kami sudah menyarankan agar tidak ada efisiensi, tetapi tunggu saja nanti,” ujarnya.

Lukman berharap bantuan tersebut dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan pokok rumah tangga, termasuk kebutuhan pangan dan pendidikan anak, serta tidak digunakan untuk hal yang tidak produktif.

“Kami harap KPM bijak memanfaatkan Bansos, bukan untuk hal-hal konsumtif apalagi buat judol (judi online),” ujarnya.

BACA JUGA: Satgas MBG Banten Bakal Evaluasi Menyeluruh Program Unggulan Presiden

Lukman menjelaskan, saat ini proses penyaluran dalam tahap verifikasi data penerima manfaat. Penyaluran bantuan itu bekerja sama dengan Bank Banten sebagai lembaga penyalur bantuan. Paling lambat, akhir bulan Juni sudah bisa didistribusikan kepada KPM.

“Kami upayakan akhir bulan Juni ini sudah tersalurkan,” tegasnya.

Sedangkan Sekretaris Daerah (Sekda) Banten, Deden Apriandhi Hartawan menyebut penurunan jumlah penerima Bansos tidak hanya dipengaruhi faktor efisiensi anggaran, tetapi juga akibat adanya perubahan data kesejahteraan masyarakat.

“Pengurangan jumlah penerima bansos mungkin saja karena ada perubahan data, yang sebelumnya desil 1 sekarang naik menjadi desil 6,” jelasnya.(Ald)

sumber: satelitnews

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *