Kesehatan

Polusi Udara Meluas Akibat Kebakaran TPA Jatiwaringin Tangerang

Avatar photo
1
×

Polusi Udara Meluas Akibat Kebakaran TPA Jatiwaringin Tangerang

Sebarkan artikel ini
Polusi Udara Meluas Akibat Kebakaran TPA Jatiwaringin Tangerang
Sejumlah pengendara sepeda motor melintas tanpa masker di tengah polusi asap akibat kebakaran TPA Jatiwaringin, Kamis (2/7/2026)

TANGERANG, INTTI.ID — Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) RI melakukan pemantauan kualitas udara di sekitar lokasi kebakaran tempat pembuangan akhir (TPA) sampah Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang.

Hasill pengambilan sampel yang menggunakan dua unit mobil stasiun pada Kamis (2/7/2026) tersebut, menyatakan udara di lokasi kebakaran TPA dinyatakan tidak sehat.

Advertising
Baca Artikel Scroll ke Bawah

Deputi Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup (PPKLH) Kementerian Lingkungan Hidup, Rasio Ridho Sani meminta warga untuk tidak mendekati TPA Jatiwaringin hingga kebakaran dapat dipadamkan.

BACA JUGA: TPA Jatiwaringin Tangerang Terbakar, BNPB Kerahkan Helikopter Water Bombing

“Polusi udara yang ditimbulkan akan sangat berdampak pada kesehatan, bisa menyebabkan ISPA (infeksi saluran pernapasan akut),” ungkap Rasio.

Berdasarkan data pada stasiun pemantauan kualitas udara KLH pada siang hari menunjukkan, paparan polusi udara jenis particulate matter (PM2.5) di TPA Jatiwaringin melebihi ambang batas. Di mana, nilai PM2.5 tercatat mencapai angka 1.000 dari baku mutu seharusnya 55.

Sementara untuk PM10, mencapai angka 750 dari baku mutu yang idealnya di angka 75. Selain itu, kata Rasio, pihaknya juga mengukur parameter nitrogen oksida (NOx) dan Sulfur Oksida (SOx) yang timbul akibat kebakaran timbunan sampah di TPA Jatiwaringin.

“Partikulatnya SOx, NOx karena juga di sini yang terbakar di antaranya ada plastik dan sebagainya, tentu plastik kan juga berdampak ke kesehatan,” jelas Rasio.

Ia menyebut, polusi udara yang timbul dari kebakaran TPA Jatiwaringin ini lebih parah dibandingkan dengan kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Sebab, kata dia,  timbunan sampah yang terbakar itu mengandung biomassa dan gas metana yang beracun bagi kesehatan.

“Karena dampak kualitas udaranya, pertama dia ada biomassa ada gas metannya kemudian kan ada plastik dan sebagainya,” jelasnya.

Puskesmas se-Kabupaten Tangerang Diminta Siaga

Sampai hari ketiga kebakaran, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tangerang mencatat sedikitnya 154 warga mengalami ISPA akibat paparan asap kebakaran TPA Jatiwaringin.

Kepala Dinkes Kabupaten Tangerang, Hendra Tarmizi mengatakan, sebagian besar pasien merupakan balita dan ibu hamil yang tinggal di sekitar lokasi kebakaran.

“Semua sudah diobati, satu ibu hamil harus dirujuk ke rumah sakit karena mengalami gangguan pernapasan,” ujar Hendra Tarmizi.

Hendra menyatakan, pihaknya menurunkan sebanyak 25 tenaga kesehatan untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada warga yang terdampak kebakaran TPA Jatiwaringin. Mereka bertugas secara begiliran pada siang hingga malam hari.

Menurut Hendra, sejauh ini dampak asap paling banyak dirasakan warga di Kecamatan Mauk, Rajeg, dan Sukadiri.

Hendra juga meminta seluruh puskesmas di Kabupaten Tangerang bersiaga mengantisipasi kemungkinan asap meluas ke kecamatan lain mengikuti arah angin.

“Semua Puskesmas harus siap menghadapi kemungkinan terjadinya bencana asap akibat kebakaran TPA, paling tidak dengan mulai menyiapkan masker,” imbuhnya.

Sementara itu, Karang Taruna dan PMI Kabupaten Tangerang berkolaborasi membagikan masker kepada warga dan pengendara sepeda motor di sekitar lokasi kebakaran, Kamis (2/7/2026).

Ketua PMI Kabupaten Tangerang, Soma Atmaja mengatakan, pembagian masker untuk mencegah dan menjaga kesehatan warga dari bahaya asap akibat dampak kebakaran sampah di TPA Jatiwaringin.

“Pembagian masker kepada warga sebagai upaya meminimalisir gangguan pernafasan akibat kebakaran sampah di TPA Jatiwaringin,” kata Soma Atmaja.(*)

sumber: satelitnews

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *