Regional

Gubernur Minta Warga Banten di Luar Negeri Berkontribusi Bangun Banten

Avatar photo
1
×

Gubernur Minta Warga Banten di Luar Negeri Berkontribusi Bangun Banten

Sebarkan artikel ini
Gubernur Banten, Andra Soni memaparkan sambutan dalam kegiatan Kumpul Jeung Dulur Diaspora Banten di Mercure Kemayoran, Jakarta,

JAKARTA.INTTI.ID – Gubernur Banten Andra Soni akan menggandeng warga Banten yang ada di dalam maupun luar negeri untuk berkontribusi dalam pengembangan Banten menjadi daerah yang lebih baik. Pembangunan Banten ke depan, katanya, tidak bisa hanya mengandalkan APBD, melainkan membutuhkan sinergi luas, termasuk dari diaspora.

“Kita butuh kolaborasi. Dengan keterbatasan fiskal, setiap langkah pembangunan harus tepat sasaran dan berdampak,” katanya dalam kegiatan Kumpul Jeung Dulur Diaspora Banten yang dirangkaikan dengan dialog interaktif “Rembuk Ngariung Jeung Dulur” di Mercure Kemayoran, Jakarta.

Advertising
banner 425 x 400
Baca Artikel Scroll ke Bawah

Menurutnya, di tengah berbagai tantangan global dan keterbatasan fiskal daerah, Andra Soni mengakui pembangunan tidak berjalan mudah. Konflik global, tekanan ekonomi, hingga dampak kemarau panjang menjadi tantangan nyata yang dihadapi Banten. Namun demikian, ia menegaskan optimisme harus tetap dijaga.

“Kita harus jujur bahwa ruang fiskal terbatas. Tapi optimisme tidak boleh padam. Kita harus terus membangun,” tegasnya.

Maka dari itu, Andra Soni mengajak diaspora mengambil peran konkret dalam pembangunan daerah, mulai dari menjadi duta promosi, mentor bagi generasi muda, hingga mitra strategis investasi.

“Jarak boleh memisahkan kita, tapi cinta pada Banten akan selalu mempersatukan kita. Mari kita pastikan tidak ada lagi mimpi anak Banten yang terkubur karena kemiskinan,” tuturnya.

Dalam kesempatan itu, Dia memaparkan sejumlah program konkret yang telah dan sedang berjalan, mulai dari pembangunan jalan desa sepanjang 67,87 kilometer dengan anggaran Rp184 miliar, hingga revitalisasi irigasi lebih dari 123 kilometer dengan dukungan APBN dan APBD.

Di sektor pendidikan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten menjalankan program unggulan Sekolah Gratis yang menjangkau lebih dari 60.705 siswa di 801 sekolah swasta, serta program “Satu Sarjana Satu Desa” untuk 1.238 desa.

Sementara itu, di tempat yang sama, Menteri Transmigrasi, M Iftitah Sulaiman Suryanagara, mengatakan kesiapan kementeriannya untuk berkolaborasi dengan Pemprov Banten. Ia mengaku, konsep transmigrasi saat ini telah berubah, tidak lagi sekadar memindahkan penduduk, melainkan menciptakan pusat-pusat ekonomi baru.

Menurutnya, peluang tersebut terbuka lebar dengan dukungan kerja sama antar instansi bahkan dengan pihak luar negeri. (*)

Sumber: Banten Ekspres. co. id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *