Peristiwa

100 Remaja Banten Disiapkan untuk Hadapi Bencana Alam

Avatar photo
17
×

100 Remaja Banten Disiapkan untuk Hadapi Bencana Alam

Sebarkan artikel ini
100 Remaja Banten Disiapkan untuk Hadapi Bencana Alam
Para remaja perwakilan kota-kabupaten di Banten mendapat pelatihan SAR di Kampus AMI, Pandeglang, Minggu (5/4/2026).

PANDEGLANG, INTTI.ID – Sebanyak 100 pelajar dan mahasiswa dari berbagai daerah di Provinsi Banten, mengikuti pelatihan penanganan bencana alam yang digelar Forum Potensi Search and Rescue (SAR) Banten, di Kampus Alfiah Mubarokah Indonesia (AMI), Kecamatan Menes, Kabupaten Pandeglang.

Selama tiga hari, mulai tanggal 3 sampai 5 April, para remaja digembleng melalui Pelatihan Dasar SAR. Mereka dipersiapkan untuk nantinya menjadi relawan tangguh kebencanaan di Provinsi Banten. Diketahui, Banten menjadi provinsi yang dinilai rawan terjadinya potensi bencana alam.

Advertising
banner 425 x 400
Baca Artikel Scroll ke Bawah

Selama pelatihan para calon relawan SAR dari perwakilan kabupaten dan kota se-Banten mendapatkan pembekalan komprehensif, mulai dari teori hingga praktik lapangan.

BACA JUGA: Gubernur Banten Sebut Prestasi Olahraga Menandai Daerah Maju

Guna meningkatkan kapasitas dalam menghadapi berbagai potensi bencana di Banten, para peserta dibekali keterampilan dasar penanganan kondisi darurat, seperti Medical First Responder (MFR), Snake Rescue, Fire Rescue, Vertical Rescue, hingga Water Rescue.

Tidak hanya menerima materi, para peserta juga terjun langsung dalam simulasi yang dipandu instruktur berpengalaman.

Kegiatan ini juga, berkolaborasi lintas sektor, mulai dari organisasi SAR hingga instansi pemerintah seperti TNI, Polri, Basarnas, Damkar dan BPBD Provinsi Banten.

Ketua Pokja Relawan Banten, Lulu Jamaludin menegaskan, Provinsi Banten merupakan wilayah dengan potensi bencana yang sangat beragam.

“Banten bisa dikatakan wilayah multi bencana. Semua jenis bencana memungkinkan terjadi, mulai dari gempa bumi, tsunami, banjir, longsor, gelombang tinggi, kekeringan, hingga potensi gas atau udara berbahaya dan kecelakaan air,” ujarnya kepada wartawan, Minggu (5/4/2026).

Ia menjelaskan, meskipun berbagai potensi tersebut ada, bencana yang paling dominan di Banten tetap banjir, gempa atau tsunami, serta longsor. Karena itu, kata dia, pembentukan relawan dari kalangan pelajar dan mahasiswa menjadi langkah strategis.

“Peserta yang hadir adalah cikal bakal relawan masa depan. Membentuk generasi muda yang peduli dan tangguh terhadap kebencanaan sangat penting, untuk memperkuat ketahanan daerah,” tambahnya.

Menurutnya, pelatihan ini bukan sekadar kegiatan tambahan, melainkan investasi jangka panjang dalam membangun sumber daya manusia yang siap menghadapi situasi darurat.

BACA JUGA: Tim Gegana Polda Banten Buka Kotak Misterius Berisi Bangkai Kucing

Melalui kegiatan ini, tambahnya lagi, para peserta diharapkan mampu meningkatkan kesadaran dan literasi kebencanaan, memahami langkah yang harus dilakukan sebelum, saat, dan setelah bencana, serta memiliki mental tangguh dalam menghadapi situasi krisis.

Selain itu, peserta juga dilatih memiliki keterampilan nyata seperti pertolongan pertama, evakuasi korban, manajemen posko, hingga komunikasi darurat. Kemampuan tersebut dinilai penting, tidak hanya saat bencana, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari.

Pelatihan ini juga, bertujuan menumbuhkan jiwa sosial dan kepedulian generasi muda, agar lebih peka terhadap kondisi lingkungan serta mampu menjadi garda terdepan saat terjadi bencana, khususnya sebelum bantuan besar datang.

Sementara itu, Siti Nabilah Ilmia Wati, salah satu peserta pelatihan mengaku mendapatkan banyak manfaat dan pengalaman baru dari kegiatan tersebut.

“Pelatihan ini sangat bermanfaat. Kami tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga praktik langsung di lapangan. Jadi lebih paham, bagaimana cara menolong korban dan menghadapi situasi darurat,” ujarnya.

Mahasiswi Universitas Bina Bangsa (UNIBA) Kabupaten Serang itu menambahkan, pengalaman yang didapat nantinya menjadi bekal penting baginya untuk terlibat langsung dalam kegiatan kemanusiaan.

“Ini jadi pengalaman berharga bagi kami, sebagai mahasiswa. Selain menambah skill, juga melatih kepedulian terhadap sesama,” tuturnya.

Koordinator Forum Potensi SAR Banten, Taufik Hidayat menyampaikan, seluruh peserta mendapatkan pembinaan langsung dari instruktur dan pemateri yang telah bersertifikasi serta memiliki pengalaman di bidangnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi, dan terima kasih kepada berbagai pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.

“Kami apresiasi kepada pihak-pihak yang telah berkontribusi memberikan pembekalan kepada peserta,” katanya.

Kegiatan ini, diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kesiapsiagaan dan kepedulian tinggi terhadap kebencanaan, sekaligus menjadi investasi sumber daya manusia tangguh bagi masa depan Provinsi Banten.(Ald)

sumber: satelitnews

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *