TANGERANG, INTTI.ID – Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur pada Senin (6/4/2026) siang memicu insiden pada objek vital nasional yang ada di Kota Tangerang, Banten. Atap Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, tepatnya Gate 7, ambrol hingga air hujan masuk ke dalam ruang tunggu penumpang.
Peristiwa mengejutkan tersebut terjadi secara tiba-tiba di tengah guyuran hujan lebat. Material plafon yang tidak kuat menahan beban air, tiba-tiba runtuh, menciptakan lubang besar yang mengalirkan air dengan debit cukup deras.
Akibatnya, aktivitas boarding penumpang menuju pesawat sempat terganggu karena genangan air dan puing material yang berserakan di sekitar lokasi.
BACA JUGA: Wakil Wali Kota Tangerang Warning Pegawai: WFH Bukan Nambah Libur Akhir Pekan!
Yuki, salah seorang calon penumpang yang sedang menunggu jadwal penerbangan menuju Singapura menceritakan detik-detik mencekam saat plafon tersebut runtuh.
“Saya sedang menunggu di Gate 7 saat tiba-tiba terdengar suara gemuruh kecil disusul air yang mengucur deras. Kami semua terkejut dan langsung menjauh dari lokasi karena takut ada runtuhan susulan,” ujarnya, Senin (6/4/2026).
Meskipun kejadian ini menimbulkan kegaduhan dan mengganggu kenyamanan, dipastikan tidak ada korban luka maupun jiwa dalam insiden tersebut.
Rekaman video amatir yang mengabadikan detik-detik jebolnya atap langsung viral di media sosial (Medsos). Netizen menyuarakan kekecewaan mendalam, mengingat Terminal 3 merupakan representasi wajah Indonesia di mata internasional.
Banyak yang mempertanyakan spesifikasi material dan standar pembangunan bandara yang menyandang status internasional.
Di sisi lain, Netizen mengingatkan bahwa kejadian serupa pernah terjadi pada tahun 2022. Hal ini memicu anggapan bahwa evaluasi dan pemeliharaan rutin dari pihak pengelola tidak berjalan maksimal.
Akun @stevenbonay dalam komentarnya menuliskan, “Dulu katanya sudah pernah kejadian kayak gini, apa tidak dipertanyakan pembangunannya?”
Kini, area Gate 7 dilaporkan tengah dalam penanganan teknis untuk perbaikan darurat agar operasional penerbangan dapat kembali berjalan normal tanpa hambatan cuaca.
PT API Lakukan Go Around dan Pengalihan Penerbangan
PT Angkasa Pura Indonesia (API) membenarkan hujan lebat dengan intensitas tinggi yang disertai potensi windshear terjadi di kawasan Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Kondisi tersebut berdampak pada sejumlah pergerakan penerbangan, khususnya pada fase pendaratan.
Assistant Deputy Communication & Legal KC Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Yudistiawan mengutarakan, data Airport Operation Control Center (AOCC) menyebut, akibat cuaca buruk sebanyak 12 penerbangan dialihkan (divert) ke bandara lain.
Selain itu, 14 penerbangan melakukan prosedur holding, 13 penerbangan melakukan go around, serta 1 penerbangan kembali ke apron (Return to Apron/RTA).
BACA JUGA: 100 Remaja Banten Disiapkan untuk Hadapi Bencana Alam
“Koordinasi intensif terus dilakukan bersama AirNav Indonesia, maskapai, serta seluruh stakeholder guna memastikan operasional penerbangan tetap aman, tertib, dan terkendali di tengah kondisi cuaca yang kurang kondusif,” tutur Yudistiawan.
Yudis menambahkan, seluruh fasilitas sisi udara seperti runway, taxiway, dan apron dipastikan berada dalam kondisi baik dan tetap dapat beroperasi secara normal tanpa adanya genangan yang mengganggu pergerakan pesawat.
Yudis juga membenarkan cuaca ekstrem juga berdampak adanya gangguan pada satu titik atap area Boarding Lounge Gate 7 Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta. Gangguan tersebut, kata dia, berlangsung sekitar 5 menit.
Yudis mengatakan, petugas operasional bandara langsung melakukan penanganan, termasuk pembersihan dan pembatasan area terdampak, sehingga kondisi dapat segera dikendalikan.
“Saat ini area tersebut dalam kondisi bersih dan situasi telah kembali kondusif, dengan operasional bandara tetap berjalan lancar,” jelas Yudistiawan.(Abe/Ald)











