TEHERAN, INTTI.ID – Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) melakukan pembajakan terhadap kapal kargo Iran di Selat Hormuz. Aksi yang dilakukan Paman Sam pada Minggu (19/4/2026) malam tersebut, berujung serangan drone Iran ke kapal perang AS.
Komando Pusat militer AS (CENTCOM) mengatakan di X bahwa pasukan AS “yang beroperasi di Laut Arab menerapkan tindakan blokade laut terhadap kapal kargo berbendera Iran yang mencoba berlayar menuju pelabuhan Iran”.
CENTCOM mengklaim bahwa setelah mengeluarkan beberapa peringatan selama enam jam, kapal bernama Touska tidak mematuhi perintah, setelah itu kapal tersebut ditembaki.
BACA JUGA: Wali Kota New York Sebut Perang AS-Iran Cuma Buang Uang
Pasukan Amerika mengeluarkan beberapa peringatan dan memberi tahu kapal berbendera Iran bahwa mereka melanggar blokade AS. Setelah kru Touska gagal mematuhi peringatan berulang kali selama enam jam, (kapal perang USS) Spruance mengarahkan kapal tersebut untuk mengevakuasi ruang mesinnya.
USS Spruance kemudian disebut menonaktifkan tenaga penggerak Touska dengan menembakkan beberapa peluru dari MK 45 Gun 5 inci milik kapal perusak tersebut ke ruang mesin Touska.
“Marinir AS dari Unit Ekspedisi Marinir ke-31 kemudian menaiki kapal yang tidak patuh tersebut, dan masih berada dalam tahanan AS,” tambah pernyataan itu.
Militer Iran Balas Tembaki Kapal AS
Kisah ini berbeda dengan apa yang ditampilkan media Iran, di mana kapal-kapal militer Iran membalas tembakan ke kapal-kapal AS, sehingga menyebabkan mereka melarikan diri.
Laporan dari IRIB, yang merupakan radio dan televisi Iran, dan melaporkan bahwa “kapal kontainer Iran bernama Touska menjadi sasaran serangan AS, 50 80 kilometer dari pelabuhan Chabahar, dan sebagai tanggapannya, Iran melakukan serangan drone terhadap kapal perang Amerika”.
Kantor Berita semi-resmi Mehr News melaporkan hari ini, “Pasukan AS yang ditempatkan di perairan Laut Oman, sebagai tanggapan atas penutupan Selat Hormuz dan kembalinya kapal-kapal komersial India dan Inggris serta tindakan pengendalian yang diambil oleh Garda Revolusi Islam, menembaki sebuah kapal komersial Iran untuk memaksanya kembali ke perairan teritorial Iran.
“Berkat kehadiran segera [dan] respon cepat dari unit Angkatan Laut Garda Revolusi Iran untuk mendukung kapal Iran, pasukan AS terpaksa mundur dan meninggalkan daerah tersebut.” TV pemerintah mengatakan bahwa mereka telah meluncurkan drone ke arah kapal perang Amerika; yang lainnya hanya mengatakan bahwa mereka menembakinya.
Presiden AS Donald Trump sebelumnya mengatakan dalam sebuah postingan di media sosial bahwa Marinir AS telah menahan kapal berbendera Iran yang mencoba melewati blokade AS di Selat Hormuz.
“Perusak Rudal Berpemandu Angkatan Laut AS USS SPRUANCE mencegat TOUSKA di Teluk Oman, dan memberi mereka peringatan yang adil untuk berhenti. Awak Iran menolak untuk mendengarkan, jadi kapal Angkatan Laut kami menghentikan mereka dengan membuat lubang di ruang mesin,” tulis Trump di Truth Social.
“Saat ini, Marinir AS memegang kendali atas kapal tersebut. TOUSKA berada di bawah Sanksi Departemen Keuangan AS karena riwayat aktivitas ilegal mereka sebelumnya. Kami memiliki kendali penuh atas kapal tersebut, dan sedang melihat apa yang ada di dalamnya!” dia menambahkan.
BACA JUGA: Kapal Cina Terobos Blokade AS di Selat Hormuz
Kantor berita Tasnim melaporkan bahwa Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi telah mengatakan kepada Menteri Luar Negeri Pakistan bahwa ancaman terhadap pelabuhan dan kapal Iran, serta tuntutan tidak masuk akal dari Washington, adalah tanda kurangnya keseriusan AS menjalani perunfingan.
Araghchi mengatakan bahwa “Iran akan menggunakan seluruh kapasitasnya untuk melindungi kepentingan dan keamanan nasional Iran,” menurut laporan Tasnim.
Markas besar militer Hazrat Khatam al-Anbiya Iran mengonfirmasi serangan yang diklaim oleh militer AS terhadap sebuah kapal di Laut Oman dalam sebuah pernyataan yang disiarkan oleh Tasnim. ”
Amerika yang agresif, dengan melanggar gencatan senjata dan melakukan pembajakan maritim, menyerang salah satu kapal komersial Iran di perairan Laut Oman dengan menembaki kapal tersebut dan menonaktifkan sistem navigasinya dengan mengerahkan beberapa marinir terorisnya di dek kapal tersebut”, katanya, membenarkan bahwa kapal tersebut telah dibajak.
“Kami memperingatkan bahwa Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran akan segera menanggapi dan membalas pembajakan bersenjata yang dilakukan oleh militer AS,” tambahnya.(ALD)
sumber: republika















