Regional

25 Kecamatan di Kabupaten Tangerang Rawan Kekeringan dan Kebakaran

Avatar photo
1
×

25 Kecamatan di Kabupaten Tangerang Rawan Kekeringan dan Kebakaran

Sebarkan artikel ini
25 Kecamatan di Kabupaten Tangerang Rawan Kekeringan dan Kebakaran
Kepala BPBD Kabupaten Tangerang, Achmad Taufik tengah memitigasi kawasan rawan kekeringan dan kebakaran.

TANGERANG, INTTI.ID — Sebanyak 25 dari 29 kecamatan di Kabupaten Tangerang, Banten, masuk zona rawan kekeringan. Selain itu, sejumlah kecamatan juga masuk katagori rawan terjadinya bencana kebakaran akibat musim kemarau.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang langsung melakukan pemetaan kawasan yang masuk dalam zona rawan kekeringan dan kebakaran. Musim kemarau panjang diprediksi akan berlangsung sampai September 2026 mendatang.

Advertising
Baca Artikel Scroll ke Bawah

“Cuaca panas ekstrem dipengaruhi fenomena el nino. Kondisi ini diperkirakan bisa memicu bencana kekeringan dan kebakaran,” ungkap Kepala BPBD Kabupaten Tangerang, Achmad Taufik kepada wartawan kemarin (14/7/2026).

BACA JUGA: Waspada Panas Ekstrem, BPBD Kota Tangerang Ajak Warga Cegah Kebakaran

Ia mengatakan berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pihaknya mulai melakukan persiapan dalam menghadapi segala kemungkinan terjadinya bencana pada musim kemarau tahun ini.

Menurut Taufik, potensi kebakaran paling banyak diperkirakan terjadi di lahan ilalang akibat aktivitas pembakaran sampah di lahan kosong, yang kemudian merembet ke vegetasi kering, bangunan, hingga lapak-lapak limbah.

Berdasarkan riwayat kejadian kebakaran sebelumnya, BPBD memetakan kawasan industri, pergudangan, dan lokasi penampungan limbah sebagai wilayah yang paling rentan dilanda kebakaran.

Beberapa di antaranya berada di Kecamatan Kosambi, Teluknaga, Cikupa, Curug, Tigaraksa, dan sekitarnya.

“Itu kawasan industri rawan kebakaran,” jelasnya.

BACA JUGA: Kadindik Banten Jamin MPLS Tanpa Perpeloncoan

Sementara itu, terkait potensi kekeringan akibat kemarau ekstrem pada 2026 yang kerap disebut sebagai El Nino Godzilla, masyarakat, khususnya para petani, diminta meningkatkan kewaspadaan. Meski demikian, hingga saat ini baru satu kecamatan yang dilaporkan mengalami krisis air bersih.

“Yang baru kelihatan saat ini kekurangan air bersih yaitu Kecamatan Curug. Dan kami sudah bantu distribusi air bersih di Curug. Petugas kami stay dengan armadanya,” ujar Taufik.

Ia menegaskan, sebagai langkah mitigasi, BPBD telah berkoordinasi dengan Perumdamin TKR dan Dinas Perumahan, Permukiman, dan Pemakaman (Perkim) Kabupaten Tangerang, untuk menyalurkan air bersih bila terjadi krisis air.

“Bila ada kekeringan, kami bantu suplai air bersih bersama PDAM dan Perkim dan pihak lainnya,” jelasnya.(*)

sumber: satelitnews

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *