PARIS, INTTI.ID – Reporters Without Borders (dikenal dengan akronim Perancis RSF) mengecam Israel karena menculik tiga jurnalis dari kapal Global Sumud Flotilla tujuan Gaza. Kapal-kapal itu dihadang tentara Israel saat sedang melakukan perjalanan di perairan internasional.
Dalam sebuah postingan di media sosial pada Kamis, RSF mengatakan pihaknya “mengutuk penculikan di perairan internasional oleh tentara Israel” terhadap koresponden Prancis Hafed Mribah dan juru kamera Turki Mahmut Yavuz.
Kedua jurnalis tersebut diektahui bekerja untuk Al Jazeera, dan jurnalis Alex Colston, yang bekerja untuk outlet media AS Zeteo. “Israel bertanggung jawab atas keselamatan mereka,” kata RSF.
BACA JUGA: Jika Perang Lagi, Iran Siapkan “Kejutan” Baru Buat AS-Israel
Al Jazeera menyatakan keprihatinan mendalamnya terhadap keselamatan jurnalisnya. Jaringan tersebut meminta pemerintah Israel bertanggung jawab penuh atas keselamatan rekan-rekannya Hafedh dan Mahmut.
Spanyol Desak Uni Eropa Bekukan Hubungan Bilateral dengan Israel
Mereka menyerukan komunitas internasional untuk mengambil sikap bersatu terhadap pelanggaran berulang-ulang Israel terhadap hukum dan konvensi internasional.
Al Jazeera, menyatakan sejauh ini kehilangan kontak dengan timnya di armada tersebut.
Penyelenggara mengatakan, Israel mencegat 22 dari 58 kapal yang menuju Gaza pada Rabu (29/4/2026) malam di perairan internasional di lepas Semenanjung Peloponnese Yunani, ratusan mil dari garis pantai Palestina.
Penyelenggara mengatakan 211 orang ditahan, dan Israel mengatakan akan mengangkut para tahanan ke Yunani.
Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez menuduh Israel sekali lagi melanggar hukum internasional dengan menyerang armada sipil di perairan yang bukan miliknya.
Dalam kesempatan tersebut, Pedro juga mendesak negara-negara Uni Eropa untuk membekukan hubungan bilateral dengan Israel.(ALD)
sumber: Republika











