Info Dunia

Ternyata Menhan RI Sjafrie Sjamsoeddin Pernah Dicekal Masuk AS

Avatar photo
3
×

Ternyata Menhan RI Sjafrie Sjamsoeddin Pernah Dicekal Masuk AS

Sebarkan artikel ini
Ternyata Menhan RI Sjafrie Sjamsoeddin Pernah Dicekal Masuk AS
Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin mengaku pernah menjadi target penangkapan oleh AS.

JAKARTA, INTTI.ID – Menteri Pertahanan (Menhan) RI, Sjafrie Sjamsoeddin ternyata pernah menjadi target penangkapan oleh Pemerintah Amerika Serikat (AS). Bahkan, Menhan Sjafrie mengaku dilarang untuk masuk ke negeri Paman Sam tersebut alias dicekal.

Menhan Sjafrie mengungkapkan alasan dirinya yang sempat masuk daftar hitam (black list) pemerintah AS. Namun kini namanya sudah dicabut oleh Pemerintah AS. Dia pun bisa masuk ke negara Adi Daya itu yang dibuktikan dengan kunjungannya ke Pentagon, AS pada April 2026 lalu.

Advertising
Baca Artikel Scroll ke Bawah

Pencabutan pencekalan AS terhadap Menhan RI itu, bermula dari pertemuannya dengan Menteri Perang AS, Pete Hegseth di forum Pertemuan Menteri Pertahanan ASEAN ke-19 (19th ADMM) di Kuala Lumpur, Malaysia pada Nopember 2025.

BACA JUGA: Tragis, Prajurit Elit Inggris Tewas di Depan Raja Charles

Dalam pertemuan pertama dengan Hegseth, Menhan Sjafrie mengungkapkan, AS meminta izin kepada pemerintah RI untuk bisa melintasi wilayah udara, dengan mengikuti aturan.

“Kami ingin melintas untuk keperluan tertentu yang mendesak. Itu yang diucapkan ke saya secara lisan. Jadi saya jawab ‘walaupun ada harapan, tapi saya akan lapor ke presiden, karena beliau panglima tertinggi TNI,” kata Menhan menceritakan percakapan dengan Hegseth dalam rapat dengar pendapat (hearing) di Ruang Komisi I DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (19/5/2026).

Sjafrie melanjutkan, Hegseth kemudian ingin mengundangnya untuk berkunjung ke AS pada 2026. “Terus dia bilang lagi, bisa gak saya undang Menteri Pertahanan RI ke Amerika Serikat tahun 2026? Dia bilang secara langsung, saya kaget juga. Saya bilang terima kasih Pak Menteri mengundang saya, tapi saya mungkin tidak bisa pergi ke Amerika Serikat,” ucap Sjafrie menjelaskan percakapannya dengan Hegseth.

Hal itu pun membuat Hegseth penasaran. “Oh kenapa? Anda kan Menteri Pertahanan?” ujarnya kepada Sjafrie.

Kemudian, Sjafrie menjelaskan bahwa ia menjadi target pemerintah AS sejak lama, karena aktivitasnya di Timor Timur. Sebagai prajurit Kopassus, ia pernah bertugas di provinsi ke-27 RI itu, yang kini sudah menjadi negara merdeka bernama Timor Leste.

“Saya ini korban banned Amerika Serikat, karena saya prajurit pasukan khusus yang pernah bertugas di Timor Timur, jadi seluruh prajurit special forces yang pernah bertugas ke Timur Timur di-banned dan sekarang sudah 27 tahun kami di-banned,” kata Sjafrie.

Dia pun membagikan pengalamannya ketika menjabat wakil menhan periode 2010-2014 diajak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) berkunjung ke AS. Sayangnya, Sjafrie tidak bisa masuk ke AS karena namanya masuk dalam daftar hitam.

“Saya pernah waktu mendampingi Kabinet Pak SBY diurus, tahu-tahu di-banned, tidak boleh atas nama pemerintah Amerika Serikat,” kata Sjafrie kepada Hegseth.

BACA JUGA: Duetkan Jordan Wilson-Megawati, Hillstate Siap Gebrak Liga Voli Korea

Ucapan itu pun direspons langsung oleh Menteri Perang AS itu. “Dia jawab tidak ada lagi di-banned, semua special forces akan kita berikan kesempatan yang sama dengan yang lain, itu baru tersirat, dia cerita ke saya tahun 2025,” ucap Sjafrie kepada pimpinan dan anggota Komisi I DPR RI.

Setelah menjanjikan untuk mencabut daftar hitam, kata Sjafrie, Hegseth juga menyampaikan keinginnya untuk mencari jasad veteran militer AS dalam Perang Dunia Kedua. Menurut dia, banyak militer AS yang terkubur di wilayah Morotai, Maluku Utara, yang datanya masih dipegang Kementerian Perang AS.

“Kami banyak korban di Morotai, kami punya keinginan, sumber daya manusia, boleh gak kami datang ambil jenazah, kami tak tahu, tapi dia punya digitalnya. ‘Saya tahu tempatnya’. Oh pertanyaannya jangankan bisa, dibantu pun bisa, itu berlangsung 2025,” ucap Sjafrie membagikan hasil pertemuan empat mata dengan Hegseth selama di Kuala Lumpur.

Setelah itu, Hegseth mengirimkan utusan untuk datang ke Kemenhan RI di Jakarta pada Februari 2026. Utusan tersebut datang membawa undangan khusus agar ia bisa berkunjung ke Pentagon.

“Dia bilang nanti 2026 akan Anda lihat, tahun Februari 2026, dia mengirim special assistent itu datang ketemu saya membawa surat dan membawa usulan bahwa kami ingi mengundang dan kami membahas kemungkinan kita membahas melintas wilayah udara,” kata Sjafrie membagikan rangkaian pertemuannya dengan Hegseth, termasuk niatan AS melintasi udara NKRI.(ALD)

sumber: republika

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *