CILEGON, INTTI.ID – Kepolisian Resor (Polres) Cilegon, Polda Banten merilis catatan akhir tahun yang menunjukkan dinamika keamanan di kota baja. Polres Cilegon mengklaim bisa menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di mobilitas dan perputaran ekonomi yang cepat.
Kapolres Cilegon, AKBP Martua Raja Taripar Laut Silitonga menegaskan, strategi yang diterapkan sepanjang tahun 2025 berbasis pada partisipasi aktif masyarakat dan intelijen yang presisi.
Hasilnya, puluhan tersangka kejahatan berhasil diamankan. Polisi juga menemukan adanya penggunaan senjata api rakitan dari para pelaku kejahatan.
BACA JUGA: Ngaku Diperintah Seskab, Mendes Tinjau Pantai Anyer Serang
“Ini menandakan pelaku kejahatan yang semakin nekat dan berani,” imbuh AKBP Martua Raja Taripar kepada wartawan akhir tahun lalu.
Sejumlah kasus pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) yang diungkap Polres Cilegon terdiri dari 33 tersangka dan barang bukti 19 sepeda motor, 3 unit kendaraan roda empat, kunci letter T, STNK, BPKB dan sejumlah plat nomor serta senjata api rakitan.
Kapolres menyebut keberadaan barang bukti berupa senjata api rakitan menjadi peringatan keras bagi masyarakat untuk selalu waspada terhadap kejahatan jalanan. Modus operandi kejahatan tidak hanya memanfaatkan kelengahan dan penggunaan kunci T, namun juga potensi kekerasan terhadap korban.
Kapolres juga mengklaim pengungkapan kasus Curanmor sekaligus memutus mata rantai suplai kendaraan bodong yang kerap beredar di pasar gelap Kota Clegon.
Selain fokus pada kejahatan jalanan, Polres Cilegon juga membuka data komprehensif mengenai total penanganan kasus sepanjang 2025. Secara statistik, terjadi penurunan angka kriminalitas yang cukup drastus dibanding tahun sebelumnya.
Data menunjukkan total tindak pidana yang ditangani mencapai 263 kasus, meliputi berbagai spektrum kejahatan yang meresahkan masyarakat. Tercatat ada 99 kasus pencurian dengan pemberatan (Curat) yang mendominasi angka kejahatan properti.
Diikuti 7 kasus pencurian dengan kekerasan (Curas), serta 27 kasus curanmor yang telah disebutkan sebelumnya. Namun, perhatian khusus juga perlu diarahkan pada kasus-kasus yang menyentuh aspek sosial dan kemanusiaan.
Terdapat 20 kasus penganiayaan dan 3 kasus pembunuhan yang terjadi sepanjang tahun ini. Yang cukup memprihatinkan dan menjadi alarm bagi para orang tua adalah tingginya angka kejahatan terhadap anak yang mencapai 37 kasus.
“Kondisi ini menuntut peran serta keluarga dan lingkungan dalam pengawasan generasi muda,” imbuhnya.
BACA JUGA: Hore, UMK 2026 di Banten Naik! Cilegon Paling Tinggi
Sementara itu, perang terhadap narkoba terus digencarkan dengan keberhasilan pengungkapan 70 kasus peredaran narkotika. Meski demikian, tren penurunan angka kejahatan secara umum patut diapresiasi sebagai hasil kerja keras aparat kepolisian dalam upaya preventif dan represif.
Penurunan ini menjadi indikator positif bagi iklim investasi dan kenyamanan warga Cilegon. Tren gangguan Kamtibmas di tahun 2025 ini mengalami penurunan 44 kasus atau 14,3 persen dari 307 kasus di tahun 2024.
Penurunan angka kriminalitas bukanlah hal yang mudah dicapai di wilayah dengan kompleksitas sosial tinggi seperti Cilegon. Kendati angka kriminalitas turun, terdapat anomali pada sisi gangguan ketertiban umum yang justru mengalami kenaikan, terutama terkait penemuan mayat yang jumlahnya cukup mencolok dibandingkan tahun lalu.
“Jumlah gangguan 39 kasus ketertiban, meningkat 30 kasus dibanding tahun 2024 yakni sembilan kasus. Didominasi temu mayat 15 kasus,” tandas Kapolres.(Ald)
sumber: banpos.co















